Senin, 16 Juli 2012

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI


LAPORAN PENDAHULUAN
GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI
1.     PENGERTIAN
a.       Oksigen adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh ( Tarwoto dan Wartonah, 2006).
b.      Oksigen adalah kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, mempertahankan, dan aktivitas berbagai organ atau sel ( Carpeniti-Moyet, 2006).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa oksigen adalah suatu komponen gas yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel.

2.     ETIOLOGI
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen menurut Tarwoto dan Wartonah antara lain:
A.    FAKTOR FISIOLOGI
a.       Menurunnya kapasitas peningakatan oksigen ( misal: anemia).
b.      Menurunnya konsentrasi oksigen oksigen yang diinspirasi.
c.       Hipovolemia mengakibatkan transpor oksigen terganggu akibat tekanan darah menurun.
d.      Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi, demam, ibu hamil, luka, dll.
e.       Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada ( kehamilan, obesitas ).
B.     FAKTOR PERKEMBANGAN
a.       Bayi prematur: kurangnya pembentukan surfaktan.
b.      Bayi dan toddler: akibat adanya infeksi saluran nafas.
c.       Anak usia sekolah dan remaja: resiko infeksi saluran pernafasan dan merokok.
d.      Dewasa muda dan pertengahan: akibat diet yang tidak sehat, kurang aktivitas, dan stres.
e.       Dewasa tua: adanya penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteoriklerosis dan ekspansi paru menurun.
C.     FAKTOR PERILAKU
a.       Nutrisi: penurunan ekspansi paru pada obesitas.
b.      Exerase: meningkatkan kebutuhan oksigen.
c.       Merokok: nikotin menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah.
d.      Substanse abuse dan nikotin: menyebabkan intake nutrisi/Fe menurun mengakibatkan penurunan Hb, alkohol menyebabkan depresi pernafasan.
D.    FAKTOR LINKUNGAN
a.       Tempat kerja ( polusi ).
b.      Suhu lingkungan.
c.       Ketinggian tempat dari permukaan laut.
 
3.     MASALAH KEBUTUHAN OKSIGENASI
a.       BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF
Bersihan jalan nafas adalah suatu keadaan ketika seorang individu mengalami suatu ancaman yang nyata atau potensial pada status pernafasan sehubungan dengan ketidakmampuan untuk batuk efektif.
b.      POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF
Pola nafas tidak efektif adalah keadaan ketika seorang individu mengalami kehilangan ventilasi yang aktual atau potensial yang berhubungan dengan perubahan pola pernafasan.
c.       GANGGUAN PERTUKARAN GAS
Gangguan pertukaran gas adalah keadaan ketika individu mengalami penurunan jalannya gas ( oksigen dan karbon dioksida ) yang aktual antara alveoli paru-paru dan sistem vaskuler.

4.     KOMPLIKASI
Komplikasi yang mungkin terjadi dari ganguan pemenuhan oksigen adalah:
Penurunan kesadaran
Hipoksia
Disorientasi
Gelisah dan cemas

5.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
PEMERIKSAAN FUNGSI PARU
Untuk mengetahui kemampuan paru dalam melakukan pertukaran gas secara efisien.
PEMERIKSAAN GAS DARAH ARTERI
Untuk memberikan informasi tentang difusi gas melalui membrane kapiler alveolar dan keadekuatan oksigenasi.
OKSIMETRI
Untuk mengukur saturasi oksigen kapiler
PEMERIKSAAN SINAR X DADA
Untuk pemeriksaan adanya cairan, massa, fraktur, dan proses-proses abnormal.
BRONKOSKOPI
Untuk memperoleh sampel biopsy dan cairan atau sampel sputum/benda asing yang menghambat jalan nafas.
ENDOSKOPI
Untuk melihat lokasi kerusakan dan adanya lesi.
FLUOROSKOPI
Untuk mengetahui mekanisme radiopulmonal, misal: kerja jantung dan kontraksi paru.
CT-SCAN
Untuk mengintifikasi adanya massa abnormal.

6.     PENATALAKSANAAN MEDIS DAN KEPERAWATAN
a.       PENATALAKSANAAN MEDIS
Pemantauan Hemodinamika
Pengobatan bronkodilator
Melakukan tindakan delegatif dalam pemberian medikasi oleh dokter, misal: nebulizer, kanula nasal, masker untuk membantu pemberian oksigen jika diperlukan.
Penggunaan ventilator mekanik
Fisoterapi dada
b.      PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
a.       Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif
Pembersihan jalan nafas
Latihan batuk efektif
Pengisafan lender
Jalan nafas buatan
b.      Pola Nafas Tidak Efektif
Atur posisi pasien ( semi fowler )
Pemberian oksigen
Teknik bernafas dan relaksasi
c.       Gangguan Pertukaran Gas
Atur posisi pasien ( posisi fowler )
Pemberian oksigen
Pengisapan lender
 
ASUHAN KEPERAWATAN
DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN OKSIGENASI

A.   PENGKAJIAN
1.      BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF
a.       Data Subjektif
ü  Pasien mengeluh sesak saat bernafas
ü  Pasien mengeluh batuk tertahan
ü  Pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi jalan nafas
ü  Pasien merasa ada suara nafas tambahan
b.      Data Objektif
ü  Pasien tampak tersengal-sengal dan pernafasan dangkal
ü  Terdapat bunyi nafas tambahan
ü  Pasien tampak bernafas dengan mulut
ü  Penggunaan otot bantu pernafasan dan nafas cuping hidung
ü  Pasien tampak susah untuk batuk
2.      POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF
a.       Data Subjektif
ü  Pasien mengatakan nafasnya tersengal-sengal dan dangkal
ü  Pasien mengatakan berat saat bernafas
b.      Data Objektif
ü  Irama nafas pasien tidak teratur
ü  Orthopnea
ü  Pernafasan disritmik
ü  Letargi
3.      GANGGUAN PERNAFASAN GAS
a.       Data Subjektif
ü  Pasien mengeluh pusing dan nyeri kepala
ü  Pasien mengeluh susah tidur
ü  Pasien merasa lelah
ü  Pasien merasa gelisah
b.      Data Objektif
ü  Pasien tampak pucat
ü  Pasien tampak gelisah
ü  Perubahan pada nadi
ü  Pasien tampak lelah

B.   DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.       Bersihan Jalan Nafas Berhubungan Dengan:
ü  Sekresi kental/belebihan sekunder akibat infeksi, fibrosis kistik atau influenza.
ü  Imobilitas statis sekresi dan batuk tidak efektif
ü   Sumbatan jalan nafas karena benda asing
b.      Pola Nafas Tidak Efektif Berhubungan Dengan:
ü  Lemahnya otot pernafasan
ü  Penurunan ekspansi paru
c.       Gangguan Pertukaran Gas Berhubungan Dengan:
ü  Perubahan suplai oksigen
ü  Obstruksi saluran nafas
ü  Adanya penumpukan cairan dalam paru
ü  Edema paru

C.   PERENCANAAN
Dx 1: bersihan jalan nafas tidak efektif
Tujuan: bersihan jalan nafas efektif
Kreteria hasil:
ü  Menunjukkan jalan nafas bersih
ü  Suara nafas normal tanpa suara tambahan
ü  Tidak ada penggunaan otot bantu nafas
ü  Mampu melakukan perbaikan bersihan jalan nafas
Text Box: INTERVENSI RASIONAL
ü  Auskultasi dada untuk karakter bunyi nafas dan adanya secret. Pantau TTV

ü  Terapi inhalasi dan latihan pernafasan dalam dan batuk efektif

ü  Catat adanya derajat dispnea, geliasah, distres pernafasan, dan penggunaan otot bantu nafas



ü  Anjurkan intake cairan 3000cc/hari jika tidak ada kontraindikasi

ü  Beri posisi yang nyaman seperti posisi semi fowler
ü  Kolaborasi humidikasi tambahan ( nebulizer ) dan terapi oksigen
 ü  Pernafasan mengi, rochi, wheezing menunjukkan tertahannya secret obstruksi jalan nafas
ü  Untuk memudahkan pernafasan dan membantu mengeluarkan secret

ü  Disfungsi pernafasan adalah variable yang tergantung pada tahap proses kronis selain proses akut yang menimbulkan perawatan di rumah sakit

ü  Membantu mengencerkan secret


ü  Memungkinkan ekspansi paru maksimal
ü  Kelembapan mempermudah pengeluaran dan mencegah pembentukan mucus tebal pada bronkus dan membantu pernafasan
Dx 2: pola nafas tidak efektif
Tujuan: pola nafas efektif
Kreteria hasil:
ü  Menunjukkkan pola nafas efektif dengan frekuensi nafas 16-20 kali/menit dan irama teratur
ü  Mampu menunjukkan perilaku peningkatan fungsi paru
Text Box: INTERVENSI RASIONAL
ü Kaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada. Catat upaya pernafasan termasuk penggunaan otot bantu 

ü Tinggikan kepala dan bantu mengubah posisi. Ambulasi pasien sesegera mungkin
ü Berikan HE tentang gaya hidup sehat, teknik bernafas, dan relaksasi

ü Delegatif dalam pemberian pengobatan ü Kecepatan pernafasan meningkatkan dispnea dan terjadi peningkatan kerja nafas, kedalaman nafas bervariasi tergantung derajat gagal nafas. Ekspansi dada
ü Duduk tinggi memungkinkan ekpansi paru dan memudahkan pernafasan

ü HE dapat member pengetahuan pada pasien tentang faktor yang terkait dengan posisinya
ü Pengobatan mempercepat penyembuhan dan memperbaiki pola nafas
Dx 3: gangguan pertukaran gas
Tujuan: mempertahankan pertukaran gas
Kreteria hasil:
ü  Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan
ü  Tidak ada gejala distres pernafasan

Text Box: INTERVENSI RASIONAL
ü  Catat frekuensi, kedalaman, dan kemudahan dalam bernafas


ü  Selidiki kegelisahan dan perubahan mental atau tingkat kesadaran

ü  Berikan terapi oksigen melalui nasal, masker parsial ü Peningkatan kerja nafas dapat menunjukkan peningkatan konsumsi oksigen

ü Dapat menunjukkan peningkatan hipoksia atau komplikasi

ü Memaksimalkan sediaan oksigen khususnya ventilasi menurun












D.   IMPLEMENTASI
Impementasi merupakan tindakan yang sudah direncanakan dalam rencana tindakan keperawatan
Mandiri: aktivitas perawat yang didasarkan pada kemampuan sendiri dan bukan merupakan petunjuk/perintah dari petugas kesehatan
Delegatif: tindakan keperawatan atas intruksi yang diberikan oleh petugas kesehatan yang berwenang
Kolaboratif: tindakan perawat dan petugas kesehatan yang lain dimana didasarkan atas keputusan bersama.



DAFTAR PUSTAKA
·      Alimul, Hidayat A. Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi
              Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
·         Carpenito-Moyet, Lynda Juall.2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta:
            EGC.
·         Doenges, Marilynn.1999. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk
            Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC
·         Nanda. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi.
            Jakarta: EGC.
·         Tarwonto dan Wartonah.2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Asuhan
            Keperaweatan. Jakarta: Salemba Medika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar